"Ini adalah hasil dari diskusi pelatih-pelatih masukkan ke pelatih-pelatih, ada kebutuhan dari atlet-atletnya juga. Untuk turnamen di Eropa yang perbedaan waktu cukup panjang, memang perlu beradaptasi," tutur Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, kepada wartawan di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (23/2) pagi.
Semula, sejumlah sektor mengusulkan agar proses aklimatisasi dilakukan dengan mengikuti German Open 2026 yang berlangsung sepekan sebelum All England 2026. Namun, setelah melalui pembahasan, muncul kekhawatiran fokus pemain justru menurun saat tampil di Inggris akibat terkurasnya energi dan konsentrasi selama bertanding di Jerman. "Jadi aklimatisasinya kita buatkan (di Inggris) semacam training camp untuk memaksimalkan dan beradaptasi lebih baik, dengan fokusnya ke All England," ungkapnya.
Sementara itu, pemain ganda putra Fajar Alfian mengungkapkan, program adaptasi di kota tujuan pernah diterapkan jelang Olimpiade Paris 2024. Tak hanya untuk menyesuaikan diri dengan cuaca, rangkaian latihan juga terbukti membantu meningkatkan kesiapan fisik dan mental para pemain sebelum turun ke lapangan. "Penyesuaian antara Asia dan Eropa itu lumayan berbeda sangat jauh dan kami juga bisa lebih enak, bisa latihan dulu di sana beberapa hari dan menyesuaikan kondisi di sana," katanya.
Lain halnya ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel memilih memaksimalkan masa aklimatisasi dengan menata ulang jam tidur. Dengan selisih waktu sekitar tujuh jam antara Inggris dan Indonesia, penyesuaian ritme istirahat menjadi bagian penting guna menjaga kebugaran sebelum bertanding. "Menurut saya yang dari yang paling berpengaruh itu pasti jam tidur. (Dengan adanya aklimatisasi) Kita bisa lebih lama menyesuaikan," jelasnya.
"Kita kalau sampai baru satu atau dua hari, terus langsung main, itu sangat mengganggu," Jafar, menambahkan.
"Jetlag-nya aja sih. Karena sekarang akan berangkat duluan, jadi bisa menyesuaikan jam tidur. Kalau mepet-mepet, kan, apalagi kalau baru datang Minggu, tidurnya belum enak, tiba-tiba main, kan, jadi mengganggu," tambah Jafar.


