BAC 2026 - Langkah Ubed di Ningbo Berakhir Singkat

Moh. Zaki Ubaidillah (Humas PP PBSI)
Moh. Zaki Ubaidillah (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Ningbo | Setelah keluar sebagai juara grup pada babak kualifikasi Badminton Asia Championships (BAC) 2026, tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, bertemu Koki Watanabe asal Jepang di babak pertama. Ubed, sapaannya, mampu mengimbangi permainan pemain peringkat ke-21 dunia tersebut dan merebut gim pertama, tetapi gagal pada dua gim berikutnya. Ia kalah tiga gim 21-15, 14-21, 18-21 setelah bertanding selama 77 menit.

"Alhamdulillah permainan tadi cukup baik dan saya bisa mengimbangi lawan. Di gim kedua saya kalah cepat, lawan lebih mengontrol permainan dan di situ saya kaget," tutur Ubed kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai laga yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China tersebut, Rabu (8/4).

Setelah tertinggal dalam perolehan poin pada awal gim pertama, Ubed bangkit dan berbalik unggul, lalu memimpin 11-7 saat interval. Ia terus menjaga keunggulan selepas jeda, mengamankan lima game point, kemudian menutup gim pertama dengan kemenangan 21-15.

Namun, Watanabe menunjukkan keuletannya pada gim kedua dengan langsung mengambil kendali permainan sejak awal dan terus memimpin perolehan poin. Upayanya berbuah hasil setelah mengantongi tujuh game point, sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan usai memenangi gim kedua dengan skor 21-14. 

Di awal gim ketiga, Ubed mampu memimpin dalam perolehan poin. Permainan reli serta kombinasi permainan di depannya yang apik membuatnya unggul 5-2. Namun, Watanabe lagi-lagi menunjukkan daya juangnya hingga ia mampu menyamakan kedudukan 10-10 dan memimpin 11-10 pada interval.

Seusai bertukar lapangan, pertarungan ketat kembali tersaji dengan selisih poin tak pernah lebih dari dua poin, hingga Watanabe unggul 20-18. Tunggal putra "Negeri Sakura" itu memastikan kemenangan setelah pengembalian Ubed menyangkut di net pada poin terakhir, sekaligus menutup gim ketiga dengan skor 21-18. "Di gim ketiga sempat kejar-kejaran dan sempat unggul juga, tadi ada kesalahan sedikit antara bola keluar dan masuk, wasit mengoreksi menjadi keluar padahal kelihatan masuk. Mungkin dari situ saya agak goyah," ungkap Ubed.

"Keunggulan lawan dia punya rasa tidak mau kalah yang bagus padahal di gim pertama dan ketiga dia sudah goyah. Ini jadi pelajaran berharga buat saya untuk evaluasi lagi ke depannya," pungkasnya.