Carolina Marín Gantung Raket

Carolina Marín (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Carolina Marín (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Pemain bulu tangkis tunggal putri asal Spanyol, Carolina Marín, resmi menyatakan gantung raket pada Kamis (26/3). Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu membatalkan rencananya tampil di Kejuaraan Eropa 2026 yang akan digelar di kampung halamannya di Huelva, Spanyol, 7–12 April, yang semula direncanakan sebagai penampilan terakhirnya sebelum pensiun.

"Hari ini saya ingin menyampaikan sebuah pesan secara langsung kepada kalian. Perjalanan saya di dunia bulu tangkis profesional telah berakhir, sehingga saya tidak akan tampil pada Kejuaraan Eropa di Huelva," ujar Marín melalui jejaring sosialnya.

"Saya sebenarnya ingin kembali ke lapangan untuk terakhir kalinya, tetapi tidak ingin mempertaruhkan kondisi kesehatan demi hal tersebut. Saya telah menyampaikan hal ini berkali-kali dan tetap pada keputusan tersebut. Saya berharap karier saya berakhir dengan cara yang berbeda, tetapi dalam kehidupan, tidak semua berjalan sesuai keinginan dan kita harus menerimanya," jelas atlet berusia 32 tahun tersebut.

Dalam lubuk hatinya, Marín menegaskan bahwa dirinya telah mengakhiri karier di gelanggang bulu tangkis, tepatnya di Paris, Prancis, pada ajang Olimpiade Paris 2024. "Kami hanya tidak mengetahuinya saat itu," kata juara Eropa delapan kali ini.

Marín menyampaikan, perjalanan kariernya tidak akan terwujud tanpa peran tim dan keluarganya, seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan, terutama pada masa-masa tersulit. "Terima kasih atas cinta tanpa syarat yang telah Anda berikan, karena tidak pernah meninggalkan saya sendirian dan selalu mendampingi saya. Saya juga berterima kasih kepada para sponsor yang tetap mendukung serta memahami bahwa di balik citra tersebut, saya hanyalah seorang manusia," ungkapnya.

Marín juga mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri karier sebagai pemain di Huelva. Namun, rencana untuk kembali bertanding sekaligus mengumumkan gantung raket di hadapan khalayak Huelva akhirnya batal. "Memang akan berakhir di sana. Bukan dengan raket di tangan, tetapi tetap di kota tempat saya dilahirkan, untuk menutup perjalanan panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun," ujarnya.

"Gadis kecil yang dulu menemukan bulu tangkis dan bermimpi memenangkan segalanya, kini telah merasa bahagia dan akan kembali ke rumah," tutur tunggal putri pertama di Eropa yang berhasil menjadi juara dunia sebanyak tiga kali pada 2014, 2015, dan 2018.

Ia menyatakan meninggalkan olahraga yang dicintainya dengan rasa bangga atas seluruh pencapaiannya. Bukan hanya dari segi gelar, tetapi juga penghormatan yang diperoleh di dunia olahraga serta kontribusi dalam memopulerkan bulu tangkis di Spanyol. "Kini, babak baru dalam hidup saya dimulai. Saya akan berupaya membalas semua dukungan yang telah saya terima, sekaligus terus menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga di atas segalanya. Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan luar biasa ini," demikian Marín.