European Championships 2026 - Emas Perdana Kirsty Gilmour

Kirsty Gilmour (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Kirsty Gilmour (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Huelva | Tunggal putri Skotlandia, Kirsty Gilmour, telah lima kali mencapai partai puncak European Championships, tetapi selalu membawa pulang dengan medali perak. Pada edisi tahun lalu, Line Kjærsfeldt asal Denmark keluar sebagai juara setelah mengalahkannya di final. Pada European Championships 2026, Kjærsfeldt kembali berdiri di seberang net, tetapi kali ini Gilmour berhasil merebut medali emas.

Dalam laga final yang berlangsung di Palacio de Deportes Carolina Marín, Minggu (12/4), Gilmour harus berjuang keras selama 47 menit untuk meraih kemenangan dua gim 21-17, 21-15. Pada poin terakhir, saat kok jatuh menyentuh lapangan, Gilmour ikut terjatuh di lapangan dalam momen emosional yang mencerminkan perjuangannya.

Seusai laga, Gilmour tampak terharu menerima sambutan tepuk tangan dari penonton. Momen tersebut semakin istimewa karena ia menerima trofi juara dari legenda bulu tangkis tuan rumah, Carolina Marín, sosok yang sebelumnya beberapa kali menggagalkan ambisinya meraih gelar Eropa.

"Saya merasa, seluruh perjalanan di berbagai kejuaraan sebelumnya membawa saya ke momen ini. Belakangan saya banyak merenungkan karier saya dan apakah saya akan selalu menjadi peraih medali perak? Jika itu memang kisah saya, saya siap menerimanya, tetapi justru dengan tidak takut kembali meraih perak hari ini, saya bisa tampil lebih lepas dan itu menjadi kunci kemenangan," kata atlet berusia 32 tahun ini, dilansir Badminton Europe.

Di nomor tunggal putra, Christo Popov asal Prancis untuk pertama kalinya meraih gelar juara European Championships setelah mengalahkan wakil Denmark, Anders Antonsen, di partai final melalui dua gim 21-12, 21-19. "Saya sangat bahagia. Saya telah menantikan momen ini begitu lama," ujarnya.

Namun, di sektor ganda putra, Christo harus puas dengan perolehan medali perak. Ia bersama Toma Junior Popov, sang kakak kandung, kalah dari Ben Lane/Sean Vendy. Pasangan asal Inggris itu mengalahkan duo Popov melalui dua gim 21-15, 21-16 dalam tempo 36 menit. "Sejak awal, kami datang ke kejuaraan ini dengan satu tujuan, yaitu meraih medali emas. Sepanjang pekan kami mampu tampil di level yang sangat baik, dan kami sangat senang akhirnya bisa berdiri di podium tertinggi," kata Vendy.

"Kami memasuki kejuaraan ini dengan ambisi besar untuk meraih medali emas, sesuatu yang belum pernah kami capai sebelumnya di ajang ini, sehingga menjadi target utama kami musim ini," Lane, menambahkan.

Sementara itu, dua laga final lainnya yang digelar pada Sabtu (11/4), pasangan kakak-beradik Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva meraih gelar juara kelima mereka pada kejuaraan kontinental perorangan ini. Mereka menempati podium teratas setelah menang 21–11, 21–17 atas pasangan Turki, Bengisu Erçetin/Nazlıcan İnci. 

Di nomor ganda campuran, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje untuk kali pertama menempati podium teratas European Championships. Pasangan unggulan kedua asal Denmark itu berjuang selama 45 menit untuk merebut gelar juara melalui kemenangan dua gim 21-19, 21-14 atas wakil Inggris, Callum Hemming/Estelle van Leeuwen. "Banyak tekanan dalam pertandingan ini. Saya menilai, Callum dan Estelle tampil sangat baik, sehingga laga berjalan sulit, tetapi kami sangat senang dan bangga bisa keluar sebagai pemenang," kata Bøje.

Ini menjadi medali keenam Christiansen di European Championships, sekaligus keping emas perdana yang berhasil diraihnya pada edisi tahun ini.