"Hari ini kami mencoba strategi yang berbeda, tetapi masih cukup banyak melakukan kesalahan sendiri. Di sisi lain, mereka bermain sangat baik dan strategi mereka berjalan dengan efektif sehingga membuat kami sulit keluar dari tekanan," jelasnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Memang terasa berat hari ini, tapi ini jadi pelajaran buat kami untuk ke depannya, " Terry, menambahkan.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Westenergie Sporthalle, Mülheim, Jerman, Terry/Gloria kalah dua gim langsung 19-21, 16-21. Gloria menilai, secara keseluruhan, permainan mereka belum berjalan sesuai strategi yang telah disiapkan sebelum laga. "Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan semifinal hari ini. Tapi secara performa memang tidak sesuai dengan yang sudah kami rencanakan," ungkapnya.
"Rasanya di luar ekspektasi. Dibanding hari-hari sebelumnya, hari ini kami sedikit kurang enjoy dan kurang lepas saat bermain," tambahnya.
Sejak awal hingga akhir pertandingan, lanjut Gloria, mereka tidak mampu sepenuhnya keluar dari tekanan lawan. Meski telah berusaha maksimal, tekanan yang terus diberikan Vestergaard/Busch membuat permainan mereka tidak berkembang sesuai rencana. "Mungkin itu yang paling saya rasakan hari ini, kami kurang bisa menikmati pertandingan seperti sebelumnya," jelasnya.
"Untuk evaluasi, ke depan kami harus belajar lebih tenang lagi dalam situasi seperti ini. Komunikasi di lapangan juga harus lebih kuat supaya bisa tetap fokus dan tidak terbawa suasana. Konsistensi permainan juga harus lebih dijaga," demikian Gloria.
Seusai German Open 2026, Terry/Gloria akan terbang ke Inggris untuk berlaga pada All England 2026, 3-8 Maret. Berdasarkan hasil undian sementara, pasangan "gado-gado" itu akan berhadapan dengan unggulan teratas asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.


