"Prestasi di awal tahun 2026 ini merupakan hasil dari program pembinaan tahun 2025, di mana PBSI memfokuskan diri pada program regenerasi. Harapannya, prestasi yang diraih oleh atlet-atlet muda Indonesia dapat terus meningkat secara berkelanjutan," papar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian melalui keterangan pers Humas PP PBSI pada Senin (2/2) di Jakarta.
Induk organisasi olahraga pukul bulu itu menyatakan, sejumlah catatan positif turut mengiringi keberhasilan para juara, yang sukses meraih gelar Super 300 pertama dengan latar belakang proses dan perjalanan yang berbeda-beda. Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti langsung mencatatkan prestasi dengan meraih gelar Super 300 pertama sebagai pasangan baru. Thailand Masters 2026 menjadi turnamen kedua bagi keduanya setelah menjalani debut pada Indonesia Masters 2026.
Sementara itu, ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana menandai kebangkitan performa dengan meraih gelar Super 300 pertama mereka, setelah menjuarai turnamen level Super 500 Korea Open 2024.
Adapun bagi ganda campuran Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, gelar juara Thailand Masters 2026 tidak hanya menjadi gelar Super 300 pertama, tetapi juga merupakan gelar Tur Dunia turnamen BWF pertama sepanjang perjalanan karier mereka.
Di sektor tunggal putra, Moh. Zaki Ubaidillah menunjukkan akselerasi peningkatan prestasi yang signifikan. Setelah meraih gelar Super 100 dan medali perak SEA Games Thailand 2025, Ubed, sapaannya, kini berhasil "naik kelas" dengan menjuarai turnamen level Super 300.
Selain empat gelar juara, Indonesia juga meraih gelar runner-up ganda putra melalui Raymond Indra/Nicholas Joaquin, yang pada pekan sebelumnya juga menempati posisi runner-up turnamen level Super 500 Indonesia Masters 2026. Satu lagi titel runner up disumbangkan oleh ganda campuran Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti.
Pencapaian tim bulu tangkis Indonesia sebagai juara umum Thailand Masters 2026 sekaligus keberhasilan para atlet meraih gelar Super 300 pertama, menurut Eng Hian, menjadi indikator positif dari arah pembinaan dan regenerasi yang dijalankan oleh PP PBSI. "Evaluasi dan peningkatan program akan terus dilakukan agar prestasi yang diraih tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi," pungkasnya.


