"Alhamdulillah bisa bermain dengan baik dan tanpa cedera juga. Tadi kalah di gim pertama, mungkin pikirannya masih kosong dan belum tahu arah bolanya mau ke mana. Lawan juga lebih banyak nyolong tempo permainan," ungkapnya kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai laga berdurasi 75 menit tersebut.
"Gim kedua sempat kejar-kejaran poin dan di situ saya terus bertekad untuk rasa tidak mau kalahnya harus ada dan akhirnya bisa melewati tekanan," Ubed, menambahkan.
Ia juga menyatakan, keunggulan Brian terletak pada permainan yang rapi serta minim kesalahan sendiri, sehingga memaksanya terlibat dalam reli panjang dan adu ketahanan pukulan di setiap poin.
Laga melawan Brian menjadi pertandingan dengan durasi terpanjang yang dilalui Ubed dalam perjalanannya menembus babak empat besar turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 300 ini. Sebelumnya, ia meraih kemenangan dua gim langsung atas Huang Ping-Hsien asal Taiwan, lalu melangkah ke perempat final setelah menyingkirkan wakil Prancis, Arnaud Merkle.
Pada babak empat besar yang digelar pada Sabtu (31/1), Ubed akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Alwi Farhan, yang unggul 2–1 dalam catatan pertemuan. Ubed pun bertekad membalas kekalahan dari Alwi saat keduanya betemu di semifinal SEA Games Thailand 2025 nomor individu. "Harus jaga fokus dan pikiran serta recovery," pungkasnya.


