Thomas Cup 2026 - Persaingan Sektor Tunggal Kian Sengit

Anthony Sinisuka Ginting (Humas PP PBSI)
Anthony Sinisuka Ginting (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Indonesia tergabung di Grup D Piala Thomas 2026 bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair, dengan kedalaman skuad yang dinilai menjadi salah satu kekuatan utama "Merah Putih". Namun, persaingan di fase grup diprediksi tetap ketat, mengingat Prancis diperkuat Alex Lanier serta kakak-beradik Christo Popov dan Toma Junior Popov, sementara Thailand mengandalkan tunggal putra peringkat ke-2 dunia, Kunlavut Vitidsarn, sehingga sektor ini berpotensi membuat persaingan kian sengit.

"Kedalaman skuad yang dimiliki Indonesia akan membuat banyak tim iri," tulis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya pada Senin (20/4).

Di sektor tunggal, Indonesia diperkuat sejumlah pemain berpengalaman seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting, serta didukung pemain muda Alwi Farhan dan Moh. Zaki Ubaidillah yang, meski relatif baru di Tur Dunia BWF, telah menunjukkan dampak positif. "Baik Alwi maupun Ubed telah menunjukkan kematangan di luar usia muda mereka, dan Indonesia memiliki keuntungan tambahan dengan memilih untuk menurunkan Ginting yang berpengalaman untuk pertandingan kelima yang menentukan," BWF, menjelaskan.

Di sektor ganda, Indonesia dapat mengandalkan Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama, dan Moh Reza Pahlevi Isfahani, serta pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. 

Sementara itu, tim Prancis dinilai telah mencapai kematangan dan berpotensi melangkah jauh, bahkan hingga semifinal, berbekal capaian mereka belakangan ini di sektor tunggal dan ganda. Di nomor tunggal, Lanier, Christo, dan Toma Junior, menjadi tumpuan utama, sementara di sektor ganda, kakak-beradik Popov akan didukung oleh Eloi Adam/Leo Rossi serta finalis German Open 2026, Julien Maio/William Villeger.

Di atas kertas, Thailand diprediksi akan kesulitan menyaingi Indonesia dan Prancis. Mereka mengandalkan tunggal putra utama Kunlavut, sementara Panitchaphon Teeraratsakul yang menunjukkan performa impresif pada awal musim kompetisi tahun ini. 

Meski tidak memiliki ganda di peringkat 25 besar dunia, kehadiran pemain seperti Dechapol Puavaranukroh, Pakkapon Teeraratsakul, Peeratchai Sukphun, dan Ruttanapak Oupthong, tetap membuat Thailand berpotensi menjadi lawan yang tangguh.