"Penampilan hari ini, Alhamdulillah kami bisa mengatasi keadaan. Di gim pertama ramai, seperti kurang banyak pukulan jadi banyak mati sendiri dan salah buangan. Gim kedua kami bisa membalikan keadaan dengan coba untuk melawan dan itu berhasil," kata Ana kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Sementara itu, Trias mengakui, mereka bermain terburu-buru serta kurang tenang di gim pertama. Ia juga merasakan ketegangan saat memasuki lapangan, karena tim dalam kondisi tertinggal, tetapi mereka berupaya mengatasi tekanan tersebut.
Di sisi lain, Ana berpendapat, Dent/Lai memiliki kekuatan pukulan yang cukup kencang yang acap kali menghasilkan smes yang berbahaya. Namun, ia menyebut, mereka mampu menemukan celah saat mengajak lawan bermain reli, karena daya tahan mereka dinilainya kurang optimal.
Ia juga menyatakan, meski tertinggal di hampir sepanjang gim pertama, dukungan dari rekan-rekan pemain serta ofisial di bangku tribune penonton mampu membakar semangat mereka untuk bangkit dan akhirnya menyumbang poin pertama bagi "Merah Putih". "Support teman-teman di belakang itu sangat membantu juga," tuturnya.
"Kami lebih ke fokus poin satu demi satu, karena itu belum selesai dan baru ketinggalan saja. Berusaha sekuat tenaga sebisa mungkin untuk mengejar dan membalikkan keadaan," Ana, menambahkan.
Pada laga pembuka, tunggal pertama Putri Kusuma Wardani gagal menyumbang poin setelah gagal menghentikan perlawanan Michelle Li. Ia kalah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-16, 11-21, 16-21.


