"Ini suatu kebanggaan buat kami di Alamsyah Yunus Badminton Club. Saya membawa lima atlet, dua masuk semifinal, dan satu akhirnya menembus final," katanya kepada Djarum Badminton.
Dalam laga semifinal tersebut, Alamsyah terus mengingatkan Farid bahwa dirinya berstatus unggulan pertama, sementara lawannya merupakan unggulan kedua, sehingga dituntut tampil maksimal pada pertandingan tersebut. "Mati-matian nggak apa-apa, syukur-syukur bisa juara di Palu," ujarnya.
"Main bagus aja dulu, jangan mau kalah, tunjukkan ke orang bahwa kamu bisa," Alamsyah, menirukan ucapannya kepada Farid.
Di final, Sabtu (2/5), Farid akan berhadapan dengan wakil PB Djarum lainnya, Ghoffur Dermawan Wicaksono, yang melaju ke partai puncak usai mengalahkan rekan satu klubnya, Ghathfaan Rizqie Ramadhan Haryanto, melalui rubber game 19-21, 21-11, 21-11. Menghadapi laga tersebut, Alamsyah menekankan agar atletnya memaksimalkan waktu istirahat yang relatif singkat serta menjaga asupan makanan. "Kalau semua itu sudah terpenuhi, di final, berani aja lah!" pungkasnya.



