Meski tersingkir, Ubed memberikan perlawanan berarti, khususnya di gim pertama. Menghadapi Loh yang berstatus unggulan keenam turnamen, Ubed tampil berani dan unggul dalam perolehan poin awal. Ia memimpin 4-3, tetapi harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis di gim pertama.
Memasuki gim kedua, pengalaman dan kesiapan Loh mulai terlihat. Pemain peringkat ke-10 dunia itu mampu mengontrol dan mendominasi jalannya pertandingan. Ubed kesulitan keluar dari tekanan hingga akhirnya harus menyerah 10-21, sekaligus mengakhiri langkahnya pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 ini.
Usai pertandingan, Ubed mengakui, Loh tampil lebih siap dibandingkan pertemuan terakhir mereka. Kedua pemain pernah bertemu di perempat final SEA Games Thailand 2025, yang dimenangkan oleh Ubed. "Pasti ada perbedaan. Hari ini dia terlihat lebih siap dan tidak mau kalah. Di poin-poin kritis, seperti saat skor 19 sama di gim pertama, dia benar-benar menunjukkan tekadnya untuk tidak menyerah," tanggapnya melalui siaran pers Humas PP PBSI.
Menurut Ubed, perbedaan utama antara pertandingan SEA Games dan Indonesia Masters terletak pada kondisi mental serta situasi pertandingan. Ia menilai, pada laga sebelumnya dapat bermain lebih lepas, sementara kali ini tekanan pertandingan di Istora cukup memengaruhi fokusnya.
Dalam evaluasinya, Ubed mengakui masih kalah dari sisi pengalaman jika dibandingkan dengan Loh. Hal tersebut terlihat dari kemampuan lawan dalam mengatur tempo permainan dan mengendalikan situasi saat berada di bawah tekanan. "Mungkin kalau dibilang, saya masih kalah pengalaman. Saya belum bisa benar-benar melawan tempo permainan dia. Di SEA Games dulu saya bisa main lebih lepas, sementara di sini mungkin agak tegang, apalagi main di Istora dengan banyak penonton," ungkap atlet berusia 17 tahun itu.
Meski demikian, Ubed menilai pertandingan ini tetap memberikan banyak pelajaran berharga. Ia mengaku mendapatkan pengalaman penting terkait pengaturan tempo, kontrol permainan, serta cara menghadapi lawan yang lebih matang secara teknis maupun mental. "Ada hal positif yang saya dapat. Saya belajar dari dia bagaimana cara menaikkan tempo permainan. Lalu, saat sedang tertinggal, bagaimana tetap bisa mengontrol lawan dengan mengatur pukulan, buangan, dan kecepatan," jelas peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand itu.
Terkait target, Ubed secara terbuka mengakui bahwa pencapaiannya pada Indonesia Masters 2026 belum sesuai harapan. Pemain PB Djarum itu menargetkan setidaknya mampu melangkah ke perempat final atau bahkan melaju lebih jauh, mengingat turnamen ini digelar di hadapan publik sendiri. "Kalau sesuai target, memang belum tercapai. Sebelum turnamen ini saya sudah diskusi dengan pelatih, targetnya kalau bisa masuk perempat final atau tembus lebih jauh di lapangan besar seperti ini," pungkasnya.



