"Kami tahu suasananya akan panas di Istora dan melawan wakil Indonesia. Kami justru menyukai atmosfer seperti ini," tutur Gicquel kepada Djarum Badminton, Kamis (22/1).
Pasangan juara Indonesia Open 2025 itu mengawali Indonesia Masters 2026 dengan mengalahkan wakil India, Rohan Kapoor/Gadde Ruthvika Shivani, melalui dua gim 21-9, 22-20. Di babak kedua, mereka meraih kemenangan sekaligus memastikan satu tempat di perempat final berkat kemenangan atas pasangan senegara, Julien Maio/Lea Palermo, lewat dua gim 21-12, 21-8.
Unggulan keempat ini bertemu dengan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, yang merupakan pasangan unggulan keenam, di babak delapan besar, Jumat (23/1).
Menanggapi laga perempat final, Delrue mengakui bahwa secara umum mereka tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 ini. Keduanya hanya berupaya untuk memberikan performa terbaik mereka dalam setiap pertandingan, mengingat jadwal tiga turnamen beruntun sejak awal Januari dari Malaysia, India, hingga Indonesia. "Tetapi kami sangat senang bisa bermain di Istora. Kami tahu bahwa kami bermain bagus di Istora dan selalu bisa menikmati setiap momen di lapangan," tuturnya.
"Saya rasa, Istora cocok dengan permainan kami, jadi kami hanya bermain sesuai keinginan kami," Delrue, menambahkan.
Sementara itu, Istora dikenal sebagai arena dengan tantangan yang unik. Kondisi lapangan yang berangin sudah menjadi rahasia umum bagi para pemain profesional yang pernah berlaga di venue legendaris ini. Bagi Gicquel, situasi tersebut menjadi tantangan sekaligus ujian untuk menyesuaikan pola permainan dengan hembusan angin yang kerap berubah-ubah di lapangan.
"Kami bermain di hari pertama di Lapangan 2 yang laju koknya lebih lambat daripada Lapangan 3 tempat kita bermain hari ini. Jadi kami memang harus menyesuaikan taktik dan bermain dengan cara yang berbeda-beda," paparnya.
Ketika ditanya mengenai target, Delrue menyatakan, "Menurut saya, kami hanya ingin bermain pertandingan demi pertandingan, karena pencapaian pada dua turnamen pertama terakhir tidak sesuai dengan ekspektasi. Kami hanya berharap bisa memainkan lebih banyak pertandingan di sini."



