"Alhamdulillah, penampilan kedua di debut All England bisa baik. Semua persiapan bisa dikeluarkan di sini dan menang," tanggap Amri kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 51 menit tersebut.
Amri menyatakan, laga melawan Jafar/Felisha berlangsung ketat dengan tempo permainan yang tinggi. Ia menilai, kedua rekannya di pelatnas itu tampil fokus dan sudah saling mengetahui kelebihan serta kekurangan masing-masing, sehingga pertandingan berlangsung sengit. "Mereka juga bermain sangat bagus hanya di poin-poin terakhir kami lebih bisa manfaatkan situasi, pegang kendali dan temponya," katanya.
"Kami bisa ambil kesempatan di poin-poin terakhir itu, sih, yang bikin bisa unggul," Amri, menambahkan.
Sementara itu, Nita mengungkapkan, dalam pertandingan tersebut, masing-masing pasangan sama-sama tidak ingin kalah, terlebih karena keduanya sama-sama menjalani debut pada All England dan ingin meraih hasil terbaik. "Saya tadi coba buat lebih enjoy di lapangan, kak Amri juga selalu ngingetin untuk fokus-fokus dan rileks. Jadi itu, sih, yang bikin saya bisa menikmati satu poin demi satu poin," ungkapnya.
Di babak delapan besar, Jumat (6/3), Amri/Nita akan menantang pasangan unggulan keenam Guo Xin Wa/Chen Fang Hui. Wakil China tersebut melaju ke perempat final berkat kemenangan atas duo Skotlandia, Alexander Dunn/Julie MacPherson. "Di perempat final kami mau menyiapkan lagi kemampuan kami. Semua yang turun di sini adalah pemain bagus, yang membedakan hanya di ranking-nya saja. Kami mau mengeluarkan yang terbaik buat Indonesia," demikian Amri.


