All England 2026 - Debut Penuh Pelajaran bagi Amri/Nita

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Humas PP PBSI)
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Birmingham | Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, memetik pelajaran berharga dari debut mereka di All England. Perjuangan mereka terhenti diperempat final All England 2026 setelah gagal membendung laju juara Guo Xin Wa/Chen Fang Hui asal China. Amri/Nita kalah rubber game 17-21, 21-18, 15-21 dalam durasi 80 menit.

Guo/Chen tampil dominan sejak awal gim pertama dan terus memimpin pada paruh pertama gim yang diwarnai sejumlah reli panjang. Salah satunya terjadi saat reli dengan 70 pukulan yang mereka menangi untuk memperlebar keunggulan menjadi 9-5. Guo/Chen tetap mampu menjaga keunggulan hingga interval dengan skor 11-7.

Dominasi Guo/Chen berlanjut selepas interval. Mereka memperlebar keunggulan menjadi 17-11 dan terus menjaga jarak poin hingga mengamankan enam game point, lalu menutup gim pertama dengan kemenangan 21-17 dalam durasi 24 menit.

Memasuki gim kedua, kedua pasangan terlibat duel ketat dengan selisih poin yang tak pernah lebih dari dua poin. Amri/Nita mampu meraih keunggulan tipis 11-10 saat interval. Pertarungan sengit terus berlanjut pada paruh kedua gim, tetapi Amri/Nita berhasil keluar dari tekanan ketika memimpin 15-13. Mereka dapat menjaga keunggulan hingga mengantongi lima game point dan memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga setelah memenangi gim kedua dengan skor 21-18.

Pada awal gim penentuan, Amri/Nita tampil impresif dengan meraih empat poin beruntun. Namun, pasangan unggulan keenam itu mampu bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Pertarungan ketat terus berlangsung hingga Guo/Chen akhirnya unggul tipis 11-10 saat interval. Selepas jeda, Guo/Chen mencatatkan tiga poin beruntun untuk memperlebar keunggulan. Mereka kemudian mampu menjaga jarak poin hingga mengamankan lima match point, sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 21-15.

"Alhamdulillah bisa main cukup baik hari ini, tapi pada akhir-akhir laga kami kehilangan fokus yang membuat situasinya jadi menyulitkan, itu yang membuat mereka yakin lagi seperti di gim pertama," kata Amri kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Amri menilai, pertandingan berlangsung cukup ketat. Ia menyatakan, Guo/Chen selalu berupaya tampil dengan tempo cepat sejak awal laga, sehingga sempat membuat mereka sedikit terkejut, meski perlahan ia dan Nita mampu beradaptasi dengan pola permainan tersebut. "Dibanding pertemuan sebelumnya, hari ini mereka lebih cerdik. Banyak variasi yang dilakukan, tidak mau masuk dalam pola permainan kami, tidak mau meladeni," katanya.

"Tadi sebenarnya peluang untuk menang itu ada karena kami sempat unggul juga di gim ketiga. Tapi ya itu poin-poin terakhir banyak melakukan kesalahan, banyak salah arah pengembaliannya. Mereka juga mempercepat pola yang terlambat kami adaptasi," Nita, menjelaskan.

Amri pun berharap, hasil yang diraih pada All England dapat membawa dampak positif bagi penampilan mereka pada Swiss Open 2026, pekan depan. Ia berpendapat, mereka telah mampu mengeluarkan materi latihan yang selama ini dipersiapkan, meski masih perlu melakukan sejumlah perbaikan agar permainan lebih rapi dan dapat meminimalkan kesalahan sendiri.

Sementara itu, Nita menyatakan, "Sampai di perempat final All England pastinya menambah kepercayaan diri kami karena dari babak pertama, kedua dan hari ini lawannya tidak mudah. Di babak pertama dan kedua kami bisa revans, hari ini bisa memberikan perlawanan yang baik."