"Yang pasti, kami sudah pernah mengalami hal yang ditargetkan seperti itu dan kami juga harus bisa tidak menjadikan beban itu sendiri tapi itu juga dijadikan motivasi buat kami," tanggap Fajar kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Senin (23/2) pagi.
Fajar juga menyatakan, ia bersama Fikri ingin menjalani persiapan dan latihan terbaik, mengingat All England adalah turnamen besar. Ia berharap dapat memenuhi target yang dicanangkan oleh pelatih dan PBSI, sekaligus ambisi pribadi untuk menampilkan performa optimal, bahkan kembali merebut gelar juara.
Sementar itu, Fikri menyatakan, target yang diberikan oleh pelatih dan PBSI, begitu pun ambisi dari diri mereka sendiri, menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih bersemangat dan percaya diri. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi dorongan penting agar mereka dapat mewujudkan target yang telah ditetapkan. "Tapi jangan terlalu diambil menjadi beban, karena ini bukan yang pertama kali juga kita seperti ini. Kita harus bisa lalui," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Fajar juga dimintai pendapatnya mengenai salah satu pasangan kuat yang turut bersaing pada All England 2026, yaitu Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Secara umum Fajar menilai, pasangan asal Korea Selatan itu telah tampil luar biasa sepanjang musim kompetisi tahun lalu. "Di tengah mereka juara, mereka juga bisa mempertahankan juara-juara event besar juga. Tahun lalu mereka bisa juara di All England, tapi bukan menutup kemungkinan pasangan lain tidak bisa mengalahkannya," papar Fajar, yang bersama Fikri sukses menjuarai turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 China Open 2025.
"Selalu ada harapan buat juara di All England. Yang pasti kami tidak mau terlalu fokus terhadap Kim/Seo, tapi juga pasangan lain. Karena pasangan lain juga sudah rata, ya, di ganda putra ini. Jadi siapa pun lawannya kami pengin melampaui yang terbaik," pungkasnya.


