Raymond/Joaquin, pasangan debutan di turnamen BWF World Tour Super 1000 ini, menjadi wakil Indonesia pertama yang lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju dengan skor 17-21, 21-12, 21-19. Di babak kedua, mereka menyingkirkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melalui tiga gim 8-21, 21-14, 21-16 dalam 55 menit, sekaligus memperpanjang rekor kemenangan menjadi tiga pertemuan beruntun atas senior mereka tersebut.
Di perempat final, ganda putra peringkat ke-17 dunia itu membuat kejutan dengan menyingkirkan pasangan unggulan ketiga asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang, melalui tiga gim 21-18, 21-12 dalam 36 menit.
Perjuangan pasangan juara Australian Open 2025 itu terhenti di semifinal. Mereka kalah dua gim 19-21, 13-21 dari ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Sabtu (7/3).
"Pengalaman yang sangat berharga kami dapat di All England ini. Dari babak pertama kami tidak menemukan lawan yang mudah, semuanya setara di level Super 1000. Makin tinggi levelnya makin susah juga," ungkap Raymond melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Minggu (8/3) dini hari WIB.
Sementara itu, Joaquin bersyukur dapat bertanding melawan Kim/Seo, dan menilai pasangan "Negeri Ginseng" itu tampil sangat konsisten serta stabil sejak awal hingga akhir pertandingan. Ia pun berharap dapat meniru konsistensi tersebut sebagai bekal untuk meningkatkan performa ke depan. "Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Mereka dari pemanasan saja auranya sudah berbeda," katanya.
Meski langkah mereka terhenti di semifinal, Joaquin menilai pencapaian tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di berbagai turnamen mendatang. "Ke depan, ini tidak boleh dijadikan beban, Kami mau dibawa enjoy saja. Dan mohon dukungannya dari rakyat Indonesia agar kami bisa terus berkembang dan berprestasi," pungkasnya.


