"Pertama-tama, Alhamdulillah selesai main tanpa cedera dan dikasih kemenangan," kata Nita kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
"Tadi awal-awal, mungkin kami belum tahu polanya mereka karena pasangan baru. Meskipun sudah nonton (pertandingan Koga/Saito) sebelumnya, tapi tetap di lapangan berbeda. Kami banyak buang-buang poin," Nita, menjelaskan.
Sementara itu, Amri menilai, secara teknis, permainan Saito kala berpasangan degnan Hidori Midorikawa maupun dengan Koga, memiliki karakter yang hampir serupa, terutama dalam hal variasi tempo permainan yang kerap diubah, baik dipercepat maupun diperlambat. "Hanya Koga lebih sabar sedangkan Midorikawa punya variasi bola atas yang lebih banyak," tuturnya.
Namun, menurut Nita, mereka dapat menemukan pola permainan yang tepat pada poin-poin akhir, dan pola tersebut terus dapat diterapkan hingga gim penentu, baik saat dalam posisi unggul maupun tertinggal.
Di babak 16 besar, Amri/Nita akan menantang pasangan andalan tuan rumah,
Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. "Besok ada waktu istirahat, tapi kami akan gunakan untuk latihan, memperbaiki yang masih kurang seperti main kecilnya, bola-bola depan untuk lebih berani, dan defense balik serangnya diasah lagi," demikian Nita.


