BAC 2026 - Faathir/Devin Rebut Tiket Perempat Final

Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi (Humas PP PBSI)
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Ningbo | Ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, merebut tiket ke babak delapan besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026 setelah mengalahkan wakil Thailand, Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga, di babak 16 besar, Kamis (9/4). Bertanding di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China, Faathir/Devin menang tiga gim 22-20, 15-21, 21-15 dalam tempo 63 menit.

Pada awal gim pertama, Chaloempon/Worrapol langsung melesat dengan meraih enam poin beruntun. Namun, Faathir/Devin mampu bangkit, menyamakan kedudukan 8-8, lalu berbalik unggul, dan menutup interval dengan keunggulan 11-9.

"Gim pertama kami kalah start jadi sempat ketinggalan 5-6 poin. Untuk pola permainan kami lebih mau main no lob pendek karena lawan pola no lob panjangnya lumayan bagus," kata Faathir kepada tim Humas dan Media PP PBSI.

Memasuki paruh kedua, laga berlangsung dalam tempo cepat. Faathir/Devin sempat memperlebar jarak, tetapi Chaloempon/Worrapol terus memberikan perlawanan hingga memaksa kedudukan imbang 18-18 dan 20-20. Pada setting, Faathir/Devin tampil lebih tenang untuk mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 22-20 dalam 18 durasi menit.

Tempo tinggi kembali mewarnai awal gim kedua, namun Chaloempon/Worrapol mampu memimpin 11-9 saat interval. Usai jeda, pasangan "Negeri Gajah Putih" itu tetap tampil agresif dan konsisten menekan hingga akhirnya merebut gim kedua dengan skor 21-15, sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Berbeda pada gim ketiga, setelah kedudukan imbang 6-6, Faathir/Devin mampu mengambil alih kendali permainan dan terus memimpin hingga pengujung laga. Setelah mengantongi 11 match point, mereka mendapat perlawanan dari Chaloempon/Worrapol yang memperkecil ketertinggalan menjadi selisih lima poin. Meski demikian, Faathir/Devin tetap mampu menutup gim ketiga dengan kemenangan 21-15.

"Sangat senang dan sangat bangga, akhirnya ada kans untuk bertemu dengan ranking satu dunia besok. Jika bertemu Kim Won Ho/Seo Seung Jae, dari saya pastinya mau menjaga dari segi istirahat, pikiran, dan kesiapannya harus lebih dari biasanya, karena tidak gampang melawan nomor satu dunia," jelas Devin.

Devin menyebut, sebagai pemain kidal, begitu pun dengan Faathir, memiliki keuntungan karena arah bola yang dihasilkan kerap menyulitkan lawan akibat sudut pukulan yang berbeda. "Namun, tergantung lawan juga akan membaca permainannya seperti apa," pungkasnya.