"Puji Tuhan bisa menang dan menyelesaikan pertandingan tanpa ada cedera apapun. Tidak mudah pastinya, kami juga berkali-kali kalah dulu baru akhirnya bisa revans, pastinya senang banget dan bersyukur," tanggap Rachel kepada tim Humas dan Media PP PBSI.
Awal gim pertama diwarnai reli-reli panjang dari kedua pasangan. Persaingan ketat berlangsung hingga menjelang interval saat skor imbang 10-10, tetapi Jia/Zhang mampu meraih keunggulan tipis 11-10 setelah pengembalian Rachel menghantam net.
Selepas jeda, Rachel/Febi sempat menyamakan kedudukan 11-11, tetapi Jia/Zhang langsung merespons dengan meraih lima poin beruntun untuk menjauh 16-11. Pasangan unggulan keempat itu kemudian menjaga keunggulan, mengantongi empat game point, dan menutup gim pertama dengan skor 21-16 dalam durasi 21 menit.
Hampir serupa dengan gim pembuka, awal gim kedua kembali menyajikan permainan reli panjang dari kedua pasangan, dengan Rachel/Febi mampu memimpin 11-8 saat interval. Selepas jeda, laga berlangsung ketat dengan selisih poin tak pernah lebih dari tiga poin, tetapi dalam situasi krusial Rachel/Febi dapat keluar dari tekanan lawan, mengamankan satu game point, dan merebut gim kedua 21-19 sekaligus memaksa laga berlanjut ke gim penentuan.
"Tadi sempat kejar-kejaran poin di game kedua, kami mencoba untuk bermain nekat dan tidak mau kalah," kata Febi.
Berbeda dengan dua gim sebelumnya, Rachel/Febi tampil dominan sejak awal gim penentuan dengan meraih keunggulan jauh dan memimpin 11-4 saat interval. Dominasi tersebut berlanjut selepas pergantian lapangan, bahkan mereka sempat mencatatkan keunggulan terbesar pada kedudukan 17-6. Setelah mengantongi 12 match point, Rachel/Febi akhirnya memastikan tiket perempat final dengan kemenangan meyakinkan 21-9.
Rachel menyebut, kemenangan pasangan senegara, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, menjadi motivasi tambahan bagi dirinya dan pasangan untuk meraih hasil serupa. Tiwi/Fadia mampu membuktikan bisa mengalahkan pasangan unggulan ketiga asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee, yang tidak mudah. "Kami juga mau mencoba dan ini menjadi contoh yang baik," katanya.
Febi mengisyaratkan, mereka akan mengulangi performa serupa saat berhadapan dengan pasangan sarat pengalaman asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. "Mungkin mainnya akan seperti tadi. Bermain tenang, tidak mau kalah, serta disiapkan lagi dari fisik dan pikirannya," pungkasnya.


