"Mainnya nggak cukup normal di gim pertama. Di gim kedua sudah lumayan membaik bisa memberi perlawanan, tapi di gim ketiga kembali kami tidak bisa mengeluarkan yang terbaik," papar Leo melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Ia juga mengakui, emosi dan ambisi yang masih terbawa dari keberhasilan menjuarai Thailand Masters 2026 pada akhir pekan lalu, membuat permainan mereka terlalu menggebu-gebu. Kondisi tersebut dinilainya berdampak pada kontrol permainan yang belum sepenuhnya terjaga. "Kami harus bisa atur tempo lagi," tuturnya.
"Mereka juga performanya cukup baik, main cepat panjang dan safe, sementara kami banyak melakukan kesalahan sendiri," Leo, menambahkan.
Sementara itu, Bagas menyampaikan permohonan maaf karena gagal menyumbangkan poin bagi tim beregu putra "Merah Putih". Ia berharap wakil Indonesia berikutnya dapat mengambil poin untuk menjaga peluang kemenangan. "Ini belum selesai dan masih ada harapan," katanya.
Pada laga pembuka, tunggal pertama Moh. Zaki Ubaidillah, gagal menyumbang poin. Ia kalah dua gim langsung 16-21, 19-21 dari Justin Hoh


