EMWTC 2026 - Toma Junior: Akhirnya Kami Berhasil

Toma Junior Popov (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Toma Junior Popov (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Pada akhir pekan lalu, tim beregu putra bulu tangkis Prancis berhasil mengakhiri dominasi panjang Denmark pada European Men's & Women's Team Championships (EMWTC). Denmark mengalahkan Prancis pada dua final sebelumnya, yaitu pada edisi 2016 dan 2024, tetapi Prancis membalikkan keadaan di Başakşehir Spor Kompleksi, Istanbul, Turki, dan menempati podium teratas EMWTC 2026.

Christo Popov kalah dalam pertandingan pembuka yang sulit melawan Anders Antonsen. Setelah melalui laga ketat selama 74 menit, Antonsen keluar sebagai pemenang dengan skor 21–12, 15–21, 21–16.

Prancis kemudian menyamakan kedudukan di pertandingan tunggal kedua, ketika Alex Lanier mengalahkan Rasmus Gemke dengan skor 21–16, 21–16.

Pada partai tunggal ketiga, Denmark menurunkan Ditlev Jæger Holm yang saat ini menempati peringkat ke-75 dunia, menggantikan Magnus Johannesen yang berada sekitar 30 tingkat lebih tinggi dalam daftar peringkat dunia. Di sisi lain lapangan, ia harus menghadapi Toma Junior Popov, tunggal putra Prancis yang menghuni peringkat ke-17 dunia. Toma Junior menang rubber game 20-22, 21-15, 21-15.

Denmark, yang membutuhkan kemenangan di sektor ganda untuk menjaga asa, mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Pasangan sarat pengalaman tersebut menundukkan Eloi Adam/Leo Rossi melalui dua gim langsung 21-18, 21-14, sekaligus memaksa perebutan gelar juara ditentukan melalui partai kelima.

Pada laga penentuan, Mads Vestergaard/Daniel Lundgaard menghadapi pasangan "dadakan" Prancis, Toma Popov/Thom Gicquel. Gicquel, yang dikenal sebagai pemain ganda campuran yang menghuni peringkat ke-5 dunia, kali ini dipasangkan dengan Toma Junior di nomor ganda putra. Kombinasi ini terbilang tidak lazim karena keduanya jarang, bahkan hampir tidak pernah, bermain dan berlatih bersama di sektor tersebut.

Meski minim pengalaman sebagai pasangan, Popov/Gicquel tampil solid. Dalam tempo 40 menit, mereka memastikan kemenangan straight games 21-19, 21-12. Seusai poin terakhir, luapan emosi tak terbendung ketika seluruh pemain dan tim pelatih Prancis berhamburan masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan dramatis yang menjadi catatan sejarah dalam perjalanan bulu tangkis Prancis.

"Ini luar biasa. Saya hampir menangis," kata Toma Junior, dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Saat kami melangkah ke lapangan, kami ingin memberikan yang terbaik untuk Prancis dan kami berjuang mati-matian. Saya senang usaha kami membuahkan hasil hari ini," jelasnya.

Kami sudah berkali-kali kalah di final, tetapi sekarang akhirnya kami berhasil," kata kakak kandung Christo Popov ini.

Gicquel, juara ganda campuran Indonesia Open 2025 bersama Delphine Delrue, mengungkapkan kunci keberhasilan kolaborasi dadakan yang mampu membawa mereka naik podium tertinggi. "Dengan Tommy, kami senang bermain bersama, kami selalu saling mendukung, jadi itu alami sejak awal. Kami cukup percaya diri untuk bermain bagus, tetapi kami tahu kami harus memainkan pertandingan yang hebat jika ingin menang," jelasnya.

"Akhirnya medali emas. Kami memimpikannya sepanjang hidup kami. Kami sudah terlalu sering melihat Denmark memegang medali emas, jadi kami sangat senang bisa membawa pulang ini," demikian Gicquel.