German Open 2026 - Terry/Gloria Singkirkan Christiansen/Bøje

Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja (Humas PP PBSI)
Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Mülheim | Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak delapan besar German Open 2026 setelah menyingkirkan pasangan unggulan keempat Mathias Christiansen/Alexandra Bøje, Kamis (26/2). Bertanding di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, pasangan "gado-gado" asal Singapura dan Indonesia itu menang rubber game 21-19, 15-21, 21-11.

Terry/Gloria membuka gim pertama dengan impresif dengan membukukan lima poin beruntun. Christiansen/Bøje baru memperoleh poin perdana setelah pengembalian Gloria menyangkut di net. Namun, pasangan beda negara tersebut tetap tampil dominan pada paruh pertama gim pembuka dan mempertahankan keunggulan hingga interval dengan skor 11-3 hanya dalam waktu empat menit.

Selepas interval, Christiansen/Bøje mencoba bangkit dengan dua kali mencatatkan tiga poin beruntun. Terry/Gloria menjaga jarak keunggulan pada kedudukan 15-10, tetapi tekanan lawan membuat selisih menipis menjadi satu poin saat skor 18-17. Meski demikian, Terry/Gloria tetap tenang di momen krusial, merebut satu game point pada skor 20-19, kemudian menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.

Di gim kedua, Christiansen/Bøje langsung menekan dengan merebut dua poin beruntun. Namun setelah itu, pertandingan berlangsung ketat dengan selisih poin tak pernah lebih dari tiga poin. Dalam duel reli yang intens, duo Denmark itu mampu menjaga konsistensi dan menutup interval dengan keunggulan tipis 11-9.

Selepas jeda, pasangan peraih titel runner-up Indonesia Masters 2026 itu tampil lebih agresif dan mendominasi paruh akhir gim kedua. Mereka terus menekan hingga mengamankan enam game point. Momentum tersebut tak disia-siakan, Christiansen/Bøje untuk menutup gim kedua dengan kemenangan 21-15 hanya dalam waktu sembilan menit sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim ketiga.

Di awal gim penentuan, situasi hampir serupa dengan gim pertama. Terry/Gloria langsung "tancap gas" dengan merebut lima poin beruntun. Pertandingan sempat terhenti saat kedudukan 3-0 setelah Christiansen/Bøje melayangkan protes keras terhadap keputusan hakim garis yang menyatakan smes pengembalian Terry masuk. Meski demikian, insiden tersebut tak memengaruhi fokus Terry/Gloria, yang tetap tampil solid dan menutup interval dengan keunggulan 11-5.

Setelah bertukar lapangan, Christiansen/Bøje meningkatkan tempo permainan dan meraih dua poin beruntun untuk memangkas jarak. Namun, upaya bangkit itu tertahan pada skor 15-10. Setelah itu, Terry/Gloria kembali mengendalikan pertandingan, terus menjauh dalam perolehan poin hingga meraih sembilan match point pada kedudukan 20-11. Mereka pun memastikan kemenangan dengan menutup gim ketiga 21-11.