Orléans Masters 2026 - Joaquin: Kami Harus Belajar Kontrol Emosi

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Orléans | Kekalahan di perempat final Orléans Masters 2026 menandai berakhirnya perjalanan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dalam rangkaian tur Eropa yang terdiri atas tiga turnamen di tiga negara berbeda. Pasangan unggulan kedua itu gagal membendung perlawanan wakil Denmark, Christian Faust Kjær/Rasmus Kjæer, dalam laga yang berlangsung di Palais des Sports, Orléans, Prancis, Jumat (20/3).

"Puji Tuhan, tetap bersyukur menjalani pertandingan dengan lancar dan tanpa cedera. Walau hari ini belum diberikan kemenangan," tanggap Raymond kepada tim Humas dan Media PP PBSI, usai pertandingan yang berakhir dengan skor 18-21, 21-12, 14-21 tersebut.

Duel ketat antara Raymond/Joaquin dan Kjær/Kjæer telah berlangsung sengit sejak awal pertandingan. Selisih skor hanya terpaut satu hingga dua poin pada hampir separuh jalannya gim pertama. Memasuki fase akhir, Kjær/Kjæer mampu membuka keunggulan tiga poin pada kedudukan 19-16 dan 20-17, lalu mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 21-18 dalam durasi 18 menit.

Pada paruh awal gim kedua, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tampil konsisten dengan terus memimpin perolehan angka dan mencapai interval dengan keunggulan 11-8 dalam tempo 10 menit. Usai jeda, Kjær/Kjæer merebut dua poin cepat, tetapi Raymond/Joaquin membalas dengan meraih tujuh poin beruntun untuk menjauh 18-10. Setelah mengantongi delapan game point, mereka menutup gim kedua dengan kemenangan 21-12.

Pada gim penentuan, Kjær/Kjæer langsung tancap gas dengan merebut tiga poin beruntun dan menjaga keunggulan hingga interval 11-5. Momentum tersebut berlanjut pada paruh kedua, sementara Raymond/Joaquin kesulitan keluar dari tekanan lawan. Setelah mengantongi enam match point, Kjær/Kjæer akhirnya mengunci kemenangan gim ketiga 21-14. "Kuncinya di start gim ketiga, kami terlalu terburu-buru dan tidak tenang," kata Raymond.

"Tidak seperti di gim kedua. Ini menjadi bahan evaluasi kami ke depan bagaimana menjaga fokus di situasi rubber game," pungkasnya.