Tiga agenda utama disorot oleh induk organisasi olahraga bulu tangkis di Tanah Air tersebut, pertama, menjaga relevansi dengan menghadirkan olahraga yang lebih dekat dan menarik bagi generasi muda. Kedua, memastikan inklusivitas, agar bulu tangkis tidak eksklusif bagi elite, melainkan hidup di tengah masyarakat. Ketiga, memperkuat fondasi masa depan melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan inovatif, termasuk pemanfaatan sport science dan engagement digital.
Menurut Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran, upaya transformasi tersebut tengah dijalankan, mulai dari pembinaan, manajemen organisasi, hingga pendekatan ke komunitas. Sebagai negara dengan tradisi kuat di cabang olahraga bulu tangkis, Indonesia menempatkan bulu tangkis sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan bangsa.
Namun, masa depan olahraga ini ditegaskan tidak dapat dibangun sendiri. "Masa depan bulu tangkis ditentukan oleh kolaborasi dengan berbagi pengetahuan, membangun kepercayaan, dan melangkah bersama," tegas Fadil melalui siaran pers Humas PP PBSI, Senin (30/3).
Rangkaian kegiatan di Pulau Dewata tersebut dihadiri Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) Khunying Patama Leewadtrakul, Presiden Badminton Asia Kim Jong Soo, serta para anggota asosiasi bulu tangkis se-Asia.
Dalam kesempatan tersebut, Fadil, yang juga menjabat sebagai Vice President Badminton Asia, menerima penghargaan Meritorious Award untuk kategori Governance And Leadership pada ajang Badminton Asia Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada para eksekutif yang memiliki kepemimpinan dan tata kelola Federasi untuk membentuk masa depan bulu tangkis yang lebih baik.
Fadil mengatakan, penghargaan tersebut dipandang sebagai cerminan kerja kolektif seluruh ekosistem bulu tangkis nasional, mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus serta pemangku kepentingan. "Ini bukan capaian individu. Ini adalah tentang tanggung jawab bersama, kepada atlet, penggemar, dan generasi mendatang," tegasnya.
Selain menjadi forum strategis, rangkaian AGM di Bali juga diharapkan memperkuat tata kelola dan kolaborasi antaranggota federasi di kawasan Asia, sekaligus menghadirkan penyelenggaraan yang profesional dan berkesan bagi seluruh delegasi.


