"Ini menjadi pekerjaan rumah buat kami. Sudah unggul beberapa poin lalu kehilangan juga banyak banget, ini sering terjadi dan berulang. Kami harus diskusi, dengan pelatih juga untuk mencari segera solusinya apa. Jadi bila terjadi lagi, kami tahu bagaimana mengatasinya," ujar Amri melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Duel ketat langsung tersaji sejak awal gim pertama dengan selisih poin yang tak pernah lebih dari dua angka. Amri/Nita mampu meredam permainan cepat yang ditampilkan Cheng/Zhang dan beberapa kali memanfaatkan kesalahan lawan untuk menjaga keunggulan tipis. Amri/Nita akhirnya menutup interval dengan keunggulan 11-10.
Usai interval, Amri/Nita dapat keluar dari tekanan setelah meraup lima poin beruntun untuk menjauh 16-11. Keunggulan tersebut terus mereka jaga hingga memperoleh enam game point. Gim pertama pun ditutup pasangan unggulan kedelapan itu dengan kemenangan 21-14 setelah pengembalian Cheng menghantam net.
Perolehan poin pada awal gim kedua kembali berlangsung ketat. Namun, Cheng/Zhang mampu membuka jarak setelah meraih tiga poin beruntun untuk unggul 7-3. Amri/Nita perlahan bangkit dan dapat menyamakan kedudukan menjadi 8-8 melalui reli panjang yang berlangsung hingga 30 pukulan. Meski demikian, pasangan "Negeri Tirai Bambu" itu tetap mampu menjaga keunggulan tipis dan menutup interval dengan skor 11-10.
Selepas jeda, Cheng/Zhang semakin mendominasi permainan dan memperlebar jarak hingga mencapai keunggulan terbesar 19-13. Mereka kemudian mengamankan tujuh game point lalu menutup gim kedua dengan kemenangan 21-15 dalam tempo 20 menit, untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada awal gim ketiga, kedua pasangan kembali terlibat dalam duel ketat. Skor imbang tercipta hingga enam kali pada paruh pertama gim penentuan ini. Amri/Nita sempat memimpin 10-7, tetapi gagal mempertahankan keunggulan tersebut. Cheng/Zhang bangkit dan membalikkan keadaan untuk menutup interval dengan keunggulan tipis 11-10.
Setelah interval, pertandingan berjalan berat sebelah. Serangkaian kesalahan Amri/Nita, seperti pengembalian yang melebar maupun menyangkut di net, mampu dimanfaatkan oleh Cheng/Zhang. Mereka melesat dengan meraih 11 poin beruntun hingga unggul jauh 18-10. Setelah mengantongi delapan match point, pasangan unggulan keenam itu memastikan tiket ke final dengan menutup gim ketiga 21-13.
Meski harus mengakui keunggulan lawan, Amri tetap menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian yang diraih bersama Nita sepanjang dua pekan terakhir, termasuk pada All England 2026 yang berlangsung pekan lalu. Menurutnya, mereka mampu menunjukkan performa terbaik dan tampil cukup konsisten di kedua turnamen tersebut. "Tapi tetap kurang puas di dalam hati. Karena kami penginnya hasil maksimal, bukan hanya hasil bagus. Kalau bisa juara, bisa ke final kenapa harus terhenti di sini," katanya.
Hasil ini menjadi kekalahan pertama Amri/Nita dari Cheng/Zhang dalam tiga pertemuan terakhir. Nita menilai, pada dua pertemuan sebelumnya, pasangan peringkat ke-14 dunia tersebut cenderung mengikuti pola serta ritme permainan yang mereka terapkan di lapangan. "Tapi hari ini mereka mengubah, mereka terus memaksa kami masuk ke pola mereka. Zhang Chi terus main pendek yang seharusnya bisa saya imbangi tapi di akhir-akhir karena kami sudah tertekan jadi sulit keluar," pungkasnya.


