Atlet muda asal Jaya Raya Jakarta itu juga dipercaya menjadi tunggal pertama saat membela Indonesia pada Badminton Asia Team Championships 2026 di China, awal Februari lalu. Menurutnya, pengalaman tampil di ajang beregu dan menghadapi sejumlah pemain yang sarat pengalaman menjadi modal penting untuk mewujudkan target peringkat dunia tersebut.
Ia pun bertekad untuk memanfaatkan kesempatan bertanding di dua turnamen di Eropa ini, khususnya pada Orléans Masters 2026, untuk menampilkan performa terbaiknya di setiap pertandingan. "Saya pasti yang penginnya yang terbaik, ya. Cuma satu-satu dulu aja dari kualifikasi dulu baru ke babak utama," katanya kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada pertengahan pekan lalu.
"Lawan-lawannya, kan, pemain dunia semua. Pasti saya manfaatin buat ambil pengalamannya lagi," Thalita, menambahkan.
Pemain yang pada musim kompetisi lalu menjuarai empat turnamen level International Challenge ini juga termotivasi untuk dapat menjadi tandem bagi seniornya, Putri Kusuma Wardani, di jajaran peringkat dunia. Oleh karena itu, Thalita menegaskan akan memanfaatkan kesempatan berlaga di Eropa sebaik mungkin guna mendongkrak peringkatnya. "Kalau buat saya sendiri, motivasi, ya, saya pengin nemenin Kak KW (Putri Kusuma Wardani). Buat ke yang lebih tinggi lagi," ujar atlet berusia 18 tahun ini.
Selain persaingan di level internasional selalu ketat, Thalita juga mengakui kompetisi di antara para pemain tunggal putri pelatnas utama tidak kalah sengit. Mereka terus bersaing untuk mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia di berbagai turnamen internasional bersama Putri dan Gregoria Mariska Tunjung. "Kalau Kak KW pengalaman lebih tinggi. Ya cukup ketat juga, sih, sama Mutiara (Ayu Puspitasari), Kadek (Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi), Kak Ester (Nurumi Tri Wardoyo) juga. Ketat semua," pungkasnya.


