"Di awal poin cukup ramai. Namun, karena posisi lapangan yang berangin kami kami kurang tanggap dan banyak melakukan kesalahan sendiri akibat panik," kata Isyana kepada tim Humas dan Media PP PBSI, seusai pertandingan berdurasi 38 menit tersebut.
"Untuk evaluasi kami ke depannya harus cepat tanggap dengan kondisi dan kalau lagi nggak enak mainnya harus tau apa saja yang perlu dilakukan," tambahnya.
Adapun, Rinjani menilai, keunggulan Kim/Lee terletak pada permainan mereka yang ulet, sementara dari sisi ia dan Isyana masih kerap membuka bola sehingga terus berada dalam tekanan serangan. "Secara pola main kami kira kami satu pola. Namun, ternyata mereka bermain satu-satu jadi kami kurang siap dan kami banyak mati sendiri," katanya.
Dengan kekalahan ini, Rinjani/Isyana kembali mengulang pencapaian pekan lalu saat tampil pada Indonesia Masters 2026. Pada turnamen tersebut, mereka juga tersingkir di babak pertama setelah kalah dari pasangan Taiwan, Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan, melalui pertarungan tiga gim yang berakhir dengan skor 21–15, 20–22, 14–21 dalam tempo 60 menit.


