Greysia Polii Manfaatkan Waktu Untuk Rehat Fisik dan Pikiran

Greysia Polii (Indonesia).
Greysia Polii (Indonesia).
Nasional ‐ Created by Bimo Tegar

Jakarta | Sudah satu bulan lebih Pelatnas PBSI memutuskan untuk melakukan karantina tertutup akibat wabah virus COVID-19. Alhasil aktivitas latihan di Pelatnas PBSI pun menjadi terganggu. Bahkan program latihan yang dijalani para atlet, hanya mencapai 40 persen dari biasanya dan lebih menitikberatkan untuk kebugaran fisik. Karena itu, Greysia Polii pun lantas melihat sisi positif yang bisa diambil dari kondisi ini untuk mengistirahatkan fisik serta pikirannya.

“Bukannya gimana ya, tapi biasanya kan atlet dari kecil memang jadwalnya padat. Kita ada tuntutan selalu dalam peforma yang bagus sehingga bisa bersaing, bukan cuma nasional tapi di dunia. Dari dulu sudah memikirkan target, begitu terus dari kecil, jadi masa sekarang ini saya manfaatkan untuk rehat, bukan cuma fisik tapi juga pikiran,” ungkap Greysia Polii seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org.

Pebulutangkis ganda putri Indonesia ini mengatakan bila awalnya ia sempat merasakan kekhawatiran jika libur terlalu lama bisa membuatnya tertinggal dari pada pesaingnya. “Dulu kalau libur, sehari dua hari masih oke. Di hari ketiga rasanya mau buru-buru latihan lagi. Sekarang kan ibaratnya dunia juga sedang beristirahat, saya nggak kepikiran ketinggalan dari lawan, jadi kali ini lebih peaceful,” katanya.

Greysia sendiri mulai merasakan dampak wabah COVID-19 setelah pulang dari kejuaraan All England 2020 BWF World Tour Super 1000, pertengahan Maret lalu. Setibanya di Tanah Air, Greysia dan seluruh atlet serta tim ofisial wajib menjalani masa isolasi mandiri di Pelatnas PBSI selama 14 hari. Saat itu, Greysia merasa memiliki waktu yang cukup panjang untuk rehat dari padatnya aktivitas sebagai atlet.

“Sejujurnya waktu pulang dari All England itu rasanya tenang di masa isolasi. Akhirnya sebagai atlet saya bisa merasakan istirahat tanpa merasa dikejar-kejar. Biasanya kan libur sebentar sudah mikirin target, jadwal latihan lagi, tanding lagi,” tuturnya.

Meski intensitas latihan tidak seperti biasanya, namun ganda putri peringkat delapan dunia ini mengaku tengah berusaha menjaga mental, pengendalian diri dan suasana hatinya hingga gelaran Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung tahun depan. Untuk performa fisik, Greysia mengatakan bila dirinya akan mengejar ketertinggalan tersebut setelah pandemi berakhir dan bisa berlatih secara normal kembali.

“Sekarang perasaan saya flat saja. Saya lebih mempersiapan diri ke olimpiade tahun depan. Persiapannya lebih ke mental dan pikirannya dulu. Biar gimana pun kemarin kan rasanya olimpiade sudah di depan mata, tiba-tiba ditunda. Jadi saya lebih jaga mood, apalagi di umur saya sekarang, banyak yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan,” jelasnya.

Greysia berharap pandemi COVID-19 ini segera berakhir. Selain berserah diri, Greysia juga banyak berintrospeksi dan merenung di masa-masa sulit ini. “Saya banyak menenangkan diri, sudah kayak pasrah, berserah, dengan keadaan gini kita nggak bisa kontrol situasi di luar kemampuan kita. Lebih sering introspeksi diri saja,” tutupnya.