"Dari awal kami memang mau menyerang dan lawan-pun sedang tidak nyaman, jadi kami terus menekan sampai akhir gim kedua," kata Aurelia melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Secara umum, Aurelia menilai pengalaman tersingkir di babak empat besar Seleksi Nasional PBSI edisi tahun lalu menjadi bahan pembelajaran berharga, sehingga mereka dapat melakukan evaluasi atas sejumlah kesalahan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis.
Sementara itu, Atresia menyatakan, pencapaian menembus partai puncak telah sesuai dengan strategi yang mereka rancang sejak memulai Seleknas PBSI 2026. "Karena, target kami juara," tegasnya.
"Besok akan bertemu Halifia Usni Pratiwi/Selsi Josika (PB Djarum), kami belum pernah bertemu di pertandingan. Besok kami mau main yakin, berani, dan nekat aja," Atresia, menambahkan.
Adapun bagi Aurelia, pada partai puncak mereka berencana menerapkan pola permainan serupa dengan yang dilakukan di semifinal, dengan tampil agresif dan langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. "Kalau mereka lebih alot mainnya, kami ubah polanya sedikit," pungkasnya.


