Seleknas PBSI 2026 - Ketika Atlet Gen Z Jadi Idola

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Djarum Badminton)
Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (Djarum Badminton)
Nasional ‐ Created by EL

Karawang | Indonesia kini memiliki sejumlah atlet bulu tangkis yang mampu unjuk gigi di pentas dunia. Dari sektor tunggal putra hingga ganda putra, wakil generasi Z atau gen Z seperti Alwi Farhan serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tampil menjanjikan dan mencuri perhatian saat Indonesia menjadi tuan rumah Indonesia Masters 2026 di Jakarta belum lama ini, sekaligus memberi sinyal positif bagi masa depan bulu tangkis nasional.

Begitu pun dengan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, wakil dari gen z yang menjadi tumpuan "Merah Putih" di sektor ganda campuran dalam setahun terakhir. 

Para atlet generasi Z --yang lahir pada rentang 1997–2012-- penghuni pelatnas Cipayung kini menjelma menjadi idola baru, tidak hanya bagi Badminton Lovers, sebutan untuk para pecinta bulu tangkis Indonesia, tetapi juga bagi para pebulu tangkis yang lebih muda, yang tengah menapaki awal karier dan berjuang menembus gerbang Cipayung.

Hal tersebut tercermin dari pengakuan sejumlah pemain muda yang tengah berjuang menembus pelatnas melalui Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 di Karawang, Jawa Barat, 3–7 Februari. Salah satunya adalah pemain ganda campuran Kaka Raihansyah dari Taqi Arena Badminton Academy, yang ambil bagian dalam ajang yang diikuti para atlet terbaik kategori taruna (U19) tersebut. Ia pun menyimpan harapan besar untuk menjadi pemain nasional dan berlatih bersama para idolanya di pelatnas Cipayung.

"Saya mengidolakan Jafar Hidayatullah, semoga saya bisa menyusul beliau ke pelatnas PBSI tahun ini," tutur pemain yang berpasangan dengan Azzahra Dwi Nasywa Khairunnisa ini di kategori Ganda Taruna Campuran, melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Selasa (3/2).

Jafar juga menjadi idola bagi Joseph Marcellino Kyta, yang berpasangan dengan Syafiqa Aliya, mewakili Gideon Badminton Academy. Jika dapat menembus pelatnas, ia pun berharap dapat menimba ilmu dari Jafar agar dapat bersaing di level internasional. "Motivasi saya agar bisa masuk pelatnas PBSI, salah satunya mau main di Kejuaraan Asia Junior dan Kejuaraan Dunia Junior," ungkapnya.

Lain halnya dengan pemain tunggal putra Berkat Abadi Banjar, Surya Adhipratama Tanggara, yang mengidolakan Alwi, sang juara Indonesia Masters 2026. Surya baru kali pertama mengikuti Seleknas PBSI dan langsung merasakan antusiasme tinggi dibarengi rasa tegang. Namun, ia menyebut kebanggaan tersendiri dapat mewakili Kalimantan di tengah persaingan ketat para pemain yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa, sekaligus memotivasi dirinya untuk menampilkan performa terbaik. "Target saya mau juara dan saya mengidolakan Alwi Farhan," katanya.

Hal serupa juga dirasakan Christian Aldo Sanjaya, pemain ganda putra Jaya Raya Jakarta. Meski tidak secara spesifik menyebut sosok idola di pelatnas, ia memiliki impian seperti kehadiran Jafar yang bernaung di pelatnas bersama sang adik, Febi Setianingrum, di sektor ganda putri. Aldo berharap dapat menjuarai Seleknas PBSI 2026 bersama pasangannya, Yugo Alvaro Gunawan, untuk bergabung dengan saudara kandungnya Adrian Pratama, 21 tahun, yang telah berada di dalam gerbang Cipayung. 

"Kakak saya Adrian Pratama sudah lebih dahulu masuk pelatnas PBSI. Pastinya saya termotivasi untuk menyusul beliau ke Pelatnas PBSI dan membanggakan keluarga," pungkasnya.