"Tentunya dari tim pelatih, target ini tetap ada satu emas, ya, dari sektor mana pun," kata pelatih Champion Klaten, Aurum Oktavia Winata, kepada Djarum Badminton, Senin (27/4).
Aurum menegaskan, persiapan utama para pemain difokuskan pada aspek fisik, mengingat perbedaan kondisi cuaca antara Palu dan Pulau Jawa. Selain itu, tim pelatih juga menyiapkan strategi permainan serta melakukan adaptasi terhadap karakter kok dan kondisi lapangan.
Bagi sebagian besar pemain binaan Champion Klaten, bertanding di luar Pulau Jawa sekaligus menghadapi lawan-lawan dari Sulawesi menjadi pengalaman baru. Sementara itu, bagi pemain yang telah memiliki jam terbang, menghadapi lawan-lawan dengan karakter berbeda juga menjadi tantangan tersendiri. "Saya berharap, di sini mereka bisa memetik hal positif dan mengambil kesempatan berharga ini. Karena, kan, nggak semua anak-anak lain yang berkesempatan untuk berangkat. Jadi, harusnya bisa ambil target dari klub," katanya.
Di sisi lain, Aurum mengungkapkan, perjalanan tim Champion Klaten menuju Palu meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Mereka menempuh perjalanan darat dari Klaten ke Surabaya, lalu melanjutkan penerbangan ke Makassar, dan akhirnya tiba di Palu. Dalam perjalanan tersebut, rombongan sempat mengalami turbulensi akibat kondisi cuaca yang kurang baik, yang sempat memicu kepanikan di antara para atlet, tetapi situasi berhasil dikendalikan dengan bantuan para orang tua yang turut mendampingi.
"Dalam perjalanan dari Surabaya ke Makassar kondisi penerbangan sempat seperti itu, lalu saat melanjutkan dari Makassar ke Palu para pemain masih merasa tegang. Bahkan ada yang sampai dua kali muntah," ungkap Aurum mengenai pengalaman beberapa atletnya saat menjalani penerbangan.
Setibanya di Palu, para pemain mendapat waktu satu hari untuk beristirahat sebelum menjalani sesi latihan pada Minggu (26/4). Mereka kemudian langsung bersiap menghadapi pertandingan pada keesokan harinya.



