"Untuk yang pertama ada di Surabaya ini, untuk penyelenggaraannya itu kita sudah punya batasan-batasan, seperti jangan sampai ada itu pertandingan lebih dari jam 11 malam. Nah, dengan peserta yang di atas seribu orang, itu memang diperlukan minimal itu 10 lapangan," ujar Kepala Bidang Turnamen PP PBSI Wahyana kepada Djarum Badminton, ditemui di GOR Sudirman, Surabaya, Kamis (16/4).
Hingga hari keempat penyelenggaraan ajang berskala nasional ini, lanjut Wahyana, semua pertandingan berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Jadwal yang tersusun mampu mencegah pertandingan berlangsung hingga larut malam. "Kalau boleh dikatakan, so far so good, ya. Jadi, dari hari pertama sampai kemarin itu tidak ada pertandingan yang sampai molor lebih dari satu jam," tuturnya.
"Hal ini sudah kami antisipasi sejak jauh hari dengan mengatur durasi pertandingan secara cermat. Dengan pengaturan tersebut, pelaksanaan pertandingan sejauh ini berjalan baik dan tepat waktu," Wahyana, menambahkan.
Sirnas merupakan agenda rutin PP PBSI yang digelar setiap tahun. Dalam satu musim kompetisi, terdapat lima seri Sirnas A, lima seri Sirnas B, serta Sirnas Primer, yang kemudian ditutup dengan Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Ia menambahkan, seluruh rangkaian tersebut telah dipersiapkan sejak awal tahun melalui penyusunan kalender kejurnas.
Wahyana pun berharap, ajang Sirnas dapat menjadi wadah bagi para atlet bulu tangkis di Tanah Air untuk berkompetisi secara sportif dan berkualitas, sehingga ke depannya mampu melahirkan pemain-pemain yang berpotensi menembus pelatnas.



