"Ini suatu pengalaman baru buat saya, main ganda putri dengan pasangan yang lebih muda," tutur Pitha kepada Djarum Badminton, di GOR Sudirman, Surabaya, Kamis (16/4).
Setelah mendapat bye di babak 32 besar, Pitha/Sheila tampil meyakinkan pada laga perdana mereka dengan menyingkirkan pasangan unggulan pertama asal Berkat Abadi Banjar, Brigita Marcelia Rumambi/Elizabeth Jovita. Mereka meraih kemenangan straight games dengan skor 21-12, 21-15.
Di perempat final, Pitha/Sheila berhadapan dengan pasangan pelatnas yang juga berasal dari Jaya Raya Jakarta, Jania Novalita Situmorang/Nabila Cahya Permata Ayu. Sempat tertinggal di gim pertama, mereka bangkit dan memberikan perlawanan sengit pada gim kedua, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan Jania/Nabila dengan skor 15-21, 20-22.
"Mungkin kalau melihat pertandingan tadi, saya juga banyak yang harus diperbaiki, banyak bola saya yang harusnya nggak mati, tapi saya mati sendiri. Saya apresiasi Sheila yang bisa cover saya, bisa main dengan baik hari ini," Pitha, menjelaskan.
Pada kesempatan mantan pasangan Rinov Rivaldy itu berpendapat, HYDROPLUS Sirkuit Nasional Sirnas Jatim 2026 menjadi sarana penting bagi Sheila untuk menambah jam terbang pertandingan, mengingat intensitas kompetisinya pada musim ini masih terbatas. Ia juga, berharap hasil yang diraih dapat membuka peluang bagi Sheila untuk melanjutkan ke tahap magang di pelatnas. "Lalu untuk lawan saya yang kebetulan junior saya, semoga prestasi mereka semakin baik," Pitha, berpesan.
Setelah ajang yang digelar di kota pahlawan ini, Pitha masih belum bisa mengungkapkan kompetisi lanjutan yang akan diikutinya. Namun, secara umum ia menyampaikan rasa terima kasih atas keterbukaan Jaya Raya Jakarta, yang kembali memercayakan dirinya untuk berlaga pada HYDROPLUS Sirkuit Nasional Sirnas Jatim 2026. "Sejauh ini saya masih di Jaya Raya. Alhamdulillah juga, klub saya, Jaya Raya masih membuka pintunya untuk saya tetap latihan," pungkasnya.



